Senin, 13 April 2015

IKHWAN TERKINI VS IKHWAN JADUL

'Produk' ikhwan jaman dulu dengan sekarang memang beda. Contoh kecil bisa dilihat saat walimatul ursy. Coba kita lihat foto2 wedding mereka yang sudah terkesan akrab seperti sudah kenal lama walaupun dalam proses nikahnya tidak kenal istilah pacaran atau hubungan pra nikah.

Bandingkan dengan para ikhwan 'jadul' yang dalam foto pernikahan masih terlihat canggung dan malu2. Termasuk saya yang walaupun sudah pernah 2 kali nikah, tapi tetap masih canggung saat berfoto dengan istri di pernikahan (waduhh… produk jadul donk gw). Sebenarnya sih memang kembali kepada personal masing2. Klo saya sih memang dasarnya dari kecil kurang suka difoto, bahkan dalam pernikahan kakak pertama saya, dialbum fotonya tak satupun ada foto saya. 

Namun setidaknya ada beberapa hal yang membuat para ikhwan produk 'terbaru' masa kini gak canggung2 lagi saat mereka berfoto dan berpose bersama istrinya saat walimatul ursy.
1. Dalam pergaulan dan aktifitas keseharian baik di kampus, organisasi, kumpulan atau lingkungan kerja sudah terbiasa (atau dituntut untuk) berinteraksi secara 'bebas' dengan lawan jenis, sehingga tak ada rasa canggung lagi. Tentunya ini akan berpengaruh dikemudian hari.
2. Sosmed juga ikut dan sangat berperan dalam 'meleburkan' kecanggungan antara lawan jenis. Bisa kita lihat pergaulan di dunia maya betapa antara ikhwan-akhwat sudah seperti 'adek-kakak'. Seolah hijab sudah tak ada lagi.
3. Nah ini yang 'fenomenal' banget. Ada kemungkinan sebelum nikah emang udah saling berinteraksi. Ya wajar sekali jika gak pake canggung dan ewuh pakewuh.

Trus salahnya dimana?
Ga ada yang salah, karena yg salah itu cuma maling yg nyolong sendal di masjid atau koruptor yg malingin uang rakyat. Eh sorry maksudnya, selama semua dilakukan dengan tanggung jawab dan masih menyadari batasannya, ya it's oke aja. Yang keliru itu jika sarana pergaulan seperti diatas hanya dijadikan ajang modus PHP atau cem2-an (baca: pacaran).

Nah klo dah begini, silahkan deh lo tanya kualitas ngaji lo seperti apa. Percuma banget punya ustadz/ah lulusan LC Kairo jika kelakuan masih kayak coro.
 
 
 -opa-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar